Badan Keuangan Aceh Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)

Ekonomi Kamis, 26 Oktober 2017 - Oleh opt4

Banda Aceh - Badan Pengelola Keuangan Aceh menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan Langkah-langkah Menghadapi Akhir Tahun 2017 di Gedung Amel Convention Hall, Kamis (26/10).

Drs. Abdul Karim M.Si Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama membuka sosialisasi tersebut mewakili Wakil Gubernur Nova Iriansyah.

Dalam sambutannya Nova Iriansyah mengatakan bahwa pelaksaan sosialisasi ini merupakan langkah tindak lanjut dari agenda kerja pemerintah Aceh sehubungan dengan adanya surat edaran Menteri Dalam Negeri no. 910/1866/SB tanggal 17 April 2017 tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Provinsi, yang dalam hal ini telah ditindak lanjuti dengan intruksi Gubernur no. 02/intruksi/2017 tentang pelaksanaan transaksi non tunai dan kaitan dengan langkah-langkah menghadapi akhir tahun 2017.

Ia juga menjelaskan bahwa acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai.

"Hal ini disebabkan karena masyarakat masih terbiasa melakukan transaksi tunai dalam kegiatan perekonomian sehari-hari" jelasnya.

Gerakan nasional dinilai memberikan pengalaman bagi masyarakat untuk menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran, sehingga dapat menimbulkan kebiasaan dalam bertransaksi secara rutin.

Gerakan ini juga ditujukan kepada pemerintah daerah, agar bendahara pengeluaran pada Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk menggunakan fasilitas Cash Management System yang difasilitasi oleh PT. Bank Aceh Syariah selaku bank daerah.

Beberapa manfaat yang dirasakan dari GNNT ini yaitu, adanya kepraktisan dalam transaksi dan keamanan dalam membawa dokumen non tunai dari pada uang tunai, pencatatan transaksi secara otomatis sehingga memudahkan dalam mengitung aktivitas ekonomi, memperkuat Good Goverment dengan menciptakan transparansi dan efisiensi, serta mendorong perluasan akses perbankan atau lembaga keuangan bagi masyarakat, jelas Abdul Karim.

Ia berharap para peserta dapat mempedomani beberapa hal yang ditetapkan dalam surat edaran tentang langkah-langkah menghadapi akhir tahun anggaran, menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam melaksanakan kewajiban selaku pengelola anggaran daerah, yaitu antara Badan Pengelola Keuangan selaku bendahara umum Aceh, SKPA selaku pengguna anggaran serta Bank Aceh sebagai mitra kerja utama agar terciptanya sinergi yang baik supaya pelaksanaan akhir tahun anggaran dapat berjan sesuai dengan yang diharapkan

Acara itu dilaksanakan selama dua hari  dari tanggal 26 sampai 27 Oktober yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta yaitu Iwan Kurniawan dan Leni Novita selaku perwakilan dari Bank Indonesia cabang Banda Aceh dan diikuti oleh sejumlah SKPA. (DN/FAZ-jf)

Sumber : diskominfo.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 21 Nov 2017 00:02:13