Wagub: Waduk Potensial Dikembangkan untuk Pariwisata

Wisata & Lingkungan Senin, 23 Oktober 2017 - Oleh opt4

Bireuen – Embung atau waduk berukuran kecil memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sarana pariwisata. Dengan penataan yang baik dan pemandangan alam sekitar yang sangat mendukung, maka embung layak dikembangkan menjadi sebuah objek wisata.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat meninjau lokasi proyek lanjutan pembangunan Embung Batee Geulungku, yang berada di Kecamatan Simpang Mamplam, Minggu (22/10/2017) pagi.

“Setidaknya ada 4 hal yang bisa dimanfaatkan dengan keberadaan embung ini, yang pertama sebagai sarana irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik, pariwisata. Nah, dengan penataan yang baik, Pemkab dapat menata embung ini sebagai lokasi wisata di masa mendatang,” ujar Gubernur.

Untuk diketahui, Embung Batee Geulungku memiiliki luas 16,5 haektar dengan luas genangan mencapai 16,2 hektar. Saat ini, proses pengerjaan embung telah mencapai 95 persen dari target awal sebesar 94 persen atau deviasi sebesar plus 1 persen.

“Aceh butuh banyak embung, karena sangat sesuai dengan program Pemerintah Aceh yang akan melakukan cetak sawah baru dan revitalisasi persawahan mengalami kerusakan, baik karena faktor bencana maupun karena faktor lainya,” kata Wagub.

“Keberadaan embung akan meningkatkan produksi dan cadangan beras Bireuen, dan secara secara langsung akan mengintervensi angka kemiskinan. Hal ini tentu sangat selaras dengan tekaad Pemerintah Aceh periode 2017-2022 untuk menurunkan angka kemiskinan Aceh sebesar 1 persen per tahun. Bireuen sangat berpotensi menurunkan angka kemiskinan, tentu saja ini akan kita prioritaskan,” kata Nova.

Wagub juga memerintahkan dinas terkait untuk mereview tata air Aceh. wagub jga memerintahkan untuk mendata ulang waduk yang sudah ada saat ini. “Apakah masih efektif atau tidak? Selain itu, saat di Aceh ada lebih dari 40 embung yang belum fungsional. Bayangkan bila semua waduk sudah fungsional dan waduk dan embung yang juga sudah direvitalisasi, maka persawaan di sekitarnya bisa meningkatkan volume tanam dan periode tanam menjadi 2 kali pertahun.”

Sebelum ke Embung Batee Geulungku Wagub dan rombongan, didampingi oleh Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, meninjau proyek pengerjaan Jembatan Seunubok Paya. Di lokasi ini Wagub menghimbau agar rekanan memacu kerja agar jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan olehh masyarakat.

“Semakin cepat selesai pengerjaan proyek ini, maka semakin cepat masyarakat merasakan manfaatnya,” tegas Wagub.

Proyek pembangunan Jembatan Seuneubok Paya ditargetkan selesai 73 persen, namun hingga hari ini, proyek tersebut baru selesai 60 persen atau terjadi deviasi minus 13 persen.

“Jika tidak fokus dan memacu pengerjaan, maka proyek ini potensial untuk terlambat. Harus bekerja dengan metode yang ‘tidak biasa’, harus lebih fokus dan harus lebih serius, karena jika selesai, maka jembatan ini tentu akan sangat berpengaruh bagi alur distribusi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah ini,” ujar Nova.

Wagub juga menghimbau agar rekanan memberikan laporan secara periodik kepada Konsultann dan Kuasa Pengguna Anggaran jika menghadapi kendala di lapangan. “Jika ada masalah segeralah berkoordinasi agar secara bersama kita bisa mencari solusi pemecahannya,” imbuh Wagub.

Wagub: Politik Anggaran harus pro Pengentasan Kemiskinan

Sebelumnya, dalam pertemuan denga Bupati Wakil Bupati dan seluruh unsur SKPK Bireuen, pada Sabtu (21/10) malam di Aula Pendopo Bupati, Wagub menghimbau kepada Pemkab Bireuen, untuk lebih memfokuskan program pengentasan kemiskinan dalam setiap penyusunan Anggaran Belanja tahunannya.

“Politik anggaran kita di masa mendatang harus mengintervensi indikator-indikator yang mampu menekan angka kemiskinan. Apalagi anga kemiskinan di sebesar 21 persen atau berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata provinsi.

“Saya melihat ada beberapa kabupaten yang kebijakan anggarannya lebih besar untuk program yang tidak bersentuhan dengan kesejahteraan, padahal angka kemiskinan di daerah itu tinggi. Nah, kedepan kita ingin seluruh program yang ada harus yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” imbuh Wagub.

Sementara itu, anggotta DPRA, Murdhani, dalam sambutannya mengapresiasi ide kunker bersama yang digagas oleh Pemerintah Aceh. “Biasanya kami melakukan pansus sendiri-sendiri. Namu kali ini kami bersama eksekutif melakukan kunjungan ini sebagai mitra kerja pendampingan. Meski demikian kunjungan Pansus tetap akan kami lakukan karena itu merupakan tugas kami terutama untuk menjalankan fungsi pengawasan.”

Bupati Bireuen, Saifannur, dalam sambutannya menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang saat ini sedang berjalan di kabupaten berjuluk Kota Juang itu.

“Ke depan, dalam penyelenggaraan tender harus benar-benar adil dan terbuka dan menyerahkan pengerjaan pada ahlinya. Pengalaman yang kurang bagus hari ini harus kita jadikan pelajaran agar di masa mendatang tidak terulang kembali. Waktu pengerja semakin sempit, semua SKPK yang pengerjaannya belum selesai, harus memaksimalkan pengerjaan agar segera bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Saifannur tegas. (Ngah)

Sumber : humas.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 25 Nov 2017 00:02:44