Ke Festik 2017, Kami Antar Aja

IPTEK & Sains Rabu, 20 September 2017 - Oleh opt4

Banda Aceh - Dua pemuda dua puluh tahunan duduk di salah satu stand Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festik) 2017 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam Banda Aceh, Kamis (20/9/2017) . Mereka menunggu, menjawab setiap pertanyaan dan berdiskusi dengan pengunjung yang datang. Keduanya silih berganti mempromosikan produknya. Sebuah layanan jasa transportasi untuk antar jemput.

Adalah Darma Satria dan M.Qadri Alkharana yang sepakat mendirikan jasa tersebut di Sabtu 1 Agustus 2015. Kedua mahasiswa Ekonomi Unsyiah angkatan 2009 itu sepakat memberi nama produknya : Kami Antar Aja.

"Karena sering jemput saudara pas ngekos dulu, untuk jemput anaknya, dikasih duit 50 ribu setiap bulan," sebut Darma Satria tentang awal muasal ide bisnis itu muncul.

Sebelum mengganti nama menjadi Kami Antar Aja, jasa antar jemput mereka namai Delivery Food Banda Aceh. Di dua bulan pertama, mereka berdua menggunakan jasanya itu untuk dipakai oleh teman-teman kuliah.

"Awalnya, kita sendiri yang jadi driver jasa antar jemput di hari Senin dan Sabtu saja. Di bulan ketiga, sudah mulai banyak yang pakai jasa kami terutama mahasiswa kedokteran yang coass di Rumah Sakit Zainoel Abidin. Mereka kan ga bisa keluar karena jadwal yang padat," cerita Darma mengenang perjalanan bisnis mereka.

Puncaknya, jelas Darma, saat bulan Ramadhan. Keberkahan bulan puasa begitu besar mereka rasakan. Jasa mengantar sahur dan menu berbuka bagi pelanggan rupanya meningkat drastis .

Roda bisnis merekapun mulai berputar. Layanan mereka kemudian mulai dibicarakan oleh masyarakat ibukota Aceh. Panggilan talkshow dan wawancara radio silih berganti berdatangan. Tak disangka, penghargaan dari Bank Indonesia sebagai Jawara Muda di tahun 2016 akhirnya mereka genggam.

"Tiba-tiba saja kami dapat panggilan untuk mengambil penghargaan. Padahal kami tak tau apa-apa," ungkap Darma Satria.

Dari penghargaan itulah, mereka mendapat bantuan Bank Indonesia yang kemudian digunakan untuk menyewa jasa developer guna membangun aplikasi berbasis smartphone. Layanan Kami Antar Aja sudah hadir di Google Play dan Playstore sejak bulan Juli lalu.

Kini, M. Qadri Alkharana atau biasa dipanggil Rana menyebut angka 250 sebagai jumlah orderan yang mereka peroleh saban harinya. Omzet untuk tiga bulan terakhir sudah menembus angka 60 jutaan.

Dalam menunjang roda bisnisnya, Kana mengungkap ada 33 driver atau pengemudi roda dua yang bekerja untuk Kami Antar Aja. Pelanggannya pun sudah mencapai 150 orang.

Tarif yang ditawarkan tak mahal. Untuk 3 km pertama dikenakan biaya Rp.10.000,- dan Rp.2.000,- untuk per kilometer berikutnya. "Untuk kondisi tertentu seperti hujan badai, kami minta tambahan tarif 5 ribu rupiah untuk sekali antar," ungkap Rana.

Layanan itu menyediakan berbagai fasilitas seperti antar jemput penumpang, barang, paket, dokumen, kebutuhan rumah tangga sampai pesan tiket bus dan lainnya.

"Tahun lalu pernah jasa Kami Antar Aja dipakai namanya saja oleh rekan dari Pekan Baru, tapi sekarang sudah habis karena hanya setahun kontraknya," jelas Darma lagi.

Darma menargetkan Kami Antar Aja bisa menjangkau setidaknya ke kota besar di Aceh seperti Lhokseumawe dan Meulaboh. "Itu cita-cita kami berikutnya," sebut Darma. (Rd)

Sumber : http:diskominfo.acehprov.go.id

 

Last Update Generator: 21 Nov 2017 00:02:53