Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Aceh

Naufal Sang Penemu Energi Listrik Pohon Kayu

IPTEK & Sains Sabtu, 10 Oktober 2015 - Oleh opt3

Banda Aceh – Naufal, begitu biasa dia dipanggil, tubuhnya yang mungil seakan dia lebih pantas sebagai anak Sekolah Dasar, dengan penuh semangat dan percaya diri pelajar berusia 14 tahun ini memberikan penjelasan kepada penguunjung yang penasaran dengan hasil risetnya. Siswa kelas II MTSN Kecamatan Langsa Lama ini tampil di arena Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG)  Nasional tanggal 7-12 Oktober 2015 yang berlangsung  Stadion Harapan Bangsa – Lhong Raya Banda Aceh dengan hasil risetnya  Energi Listrik Dari Pohon Kayu.

Siswa bernama lengkap Naufal Rizki merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Supriaman dan Deski, sejak dari sekolah dasar memiliki rasa ingin tau yang cukup besar, penemuan kali ini berawal dari pelajaran ilmu pengetahuan alam yang diikutinya di sekolah, “ suatu hari, sepulang  sekolah dia menjumpai saya, ayah….buah-buahan ini bisa menghasilkan energi listrik, ayoo kita mencobanya…” kenang  Supriaman.

Disekolah bakat Naufal juga menjadi perhatian para guru, Bu Anita salah seorang guru di Sekolah Dasar Negeri Langsa Lama memahami dan sangat mendukung bakat anak didiknya ini, suatu hari Naufal dibawakan brosur tentang perlombaan teknologi tepat guna dari BPM Provinsi Aceh, Naufal lalu meminta ayahnya untuk membimbingnya untuk bisa ikut perlobaann itu, dan mulailah Naufal melakukan riset energi listrik dari buah kentang.

“ saya tanyakan ke Naufal, apa kamu betul-betul yakin ingin ikut perlombaan ini ? Naufal sangat yakin….saya tidak pernah memaksakan Naufal untuk mengikuti perlombaan ..ini memang kemauan dari Naufal “ jelas Supriaman yang ikut mendampingi Naufal saat ditemui di stan Produk Unggulan Provinsi Aceh, jum’at (9/10).

Pada tahun 2014  Naufal mulai melakukan riset energi listrik dari Buah kentang mengacu pada teori yang dia dapatkan dari sekolah ,buah-buah yang mengandung zat asam dapat menjadi sumber energi listrik, hasil riset ini lah yang menjadi awal riset energi listrik dari pohon kayu, Naufal melakukan melakukan berbagai percobaan pada sejumlah pohon, dan pada akhirnya memilih pohon kayu kedondong pagar yang memiliki kadar asam tertinggi dari pohon-pohon lain yang dicoba seperti pohon mangga.

Saat ditemui di stan produk unggulan Provinsi Aceh, Naufal kelihatan lelah, suara nya sudah mulai menghilang, “  agak kecapekaan, sudah 2 hari ini terus mememberikan penjelasan kepada pengunjung yang tertarik dengan hasil temuan ini “ ujar Naufal.

Hasil temuan energi dari pohon kayu ini memang sederhana, dengan rangkaian yang terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda, arus listrik yang dihasilkan sangat tergantung kepada kepada kadar keasaman pohon. Sebelumnya Naufal sudah melakukan lebih dari 60 kali percobaan dan menelan biaya tidak kurang dari RP. 14 juta.

Pada gelar TTG tahun 2014 di Sigli, Naufal mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 9 juta rupiah  atas riset energi berbahan buah kentang dari Badan Pemberdayaan Masyrakat Provinsi Aceh,  dana ini digunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dengan berbagai macam pohon kayu.

Ditanyakan tentang siapa yang menjadi  inspiratornya, dengan malu-malu Naufal menjawab Sang Ayah lah yang jadi inspiratornya, sambil melirik ke arah Supriaman yang berada disisinya.

“ saya tidak pernah memaksa naufal, saya hanya mendukung dia, memberi semangat dan mengarahkannya, saya membantu Naufal browsing internet untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan “ timpal Supriaman yang berprofesi sebagai tukang Service Elektronik special sound system.

Disekolahnya, naufal sangat  menonjol dan terus mendapatkan rangking, dia menyukai pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indoensia.

“ saya inging menjadi Profesor di bidang IPA,  saya ingin kuliah diluar, dikampus yang memiliki teknologi ” ujar Naufal ditanya tentang cita-citanya.

Mengenai temuannya ini, Naufal dan sang Ayah memiliki harapan dan tujuan yang sama, mereka ingin alat ini dapaat membantu masyrakat pedalaman/pedesaaan yang belum dialiri listrik. Mereka berkeinginan lepas dari perhelatan ini akan memproduksi energi listrik dari pohon kayu ini.

“ Kami sudah mempraktikkan dirumah, ke depan kami akan mencoba memproduksinya mungkin dalam skala  kecil, kami berharap ini dapat membantu masyarakat atau dapat digunakan untuk keperluan lampu-lampu jalan di desa “ ujar Naufal.

Naufal adalah sebuah muatiara, ditangannya pohon kayu kedondong pagar yang selama ini hanya digunakan sebagai pagar pada rumah atau kebun, disulap menjadi sumber energi. Jangan sampai mutiara yang sudah muncul ini akan hilang karena kita tidak mampu menjaganya. Kita berharap adanya bimbingan dan perhatian yang lebih serius dari Pemerintah.

Selamat untuk Naufal, teruslah berkarya…..!

 

Sumber: http://humas.acehprov.go.id/

 

Last Update Generator: 22 Oct 2017 12:06:09